2148038 - SALSABILA KHALILAH ALI

A. GEOGRAFI

 



Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah pantai timur pulau Sumatra. Wilayah pesisirnya berbatasan dengan Selat Malaka. Hingga tahun 2004, provinsi ini juga meliputi Kepulauan Riau, sekelompok besar pulau-pulau kecil yang terletak di sebelah Timur Sumatra dan sebelah Selatan Singapura.Kepulauan ini dimekarkan menjadi provinsi tersendiri pada Juli 2004. Ibu kota dan kota terbesar Riau adalah PEKAN BARU,dan kota besar lainnya adalah kota dumai. Berdasarkan hasil badan pusat statistik Riau tahun 2002, penduduk provinsi Riau berjumlah 75 jiwa/km2


  B. LUAS DAN BATAS WILAYAH

    


Provinsi Riau secara georgrafis, geoekonomi dan geopolitik terletak pada jalur yang sangat strategis baik pada masa kini maupun masa yang akan datang terkait wilayah jalur perdagangan Regional maupun Internasional di Kawasan ASEAN melalui kerjasama IMT-GT dan IMS-GT. Wilayah Provinsi Riau mulai dari 01o05'00 '' Lintang Selatan sampai 02o25'00 '' Lintang Utara dan 100o00'00 '' hingga 105o05'00 '' Bujur Timur dengan batas-batas wilayah sebagai berikut.

Sebelah Utara: Selat Malaka dan Provinsi Sumatera Utara

Sebelah Selatan: Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Barat

Sebelah Barat: Provinsi Sumatera Barat

Sebelah Timur: Provinsi Kepulauan Riau dan Selat Malaka

Letak wilayah Provinsi Riau membentang dari lereng Bukit Barisan hingga Selat Malaka dengan luas wilayah± 8.915.016 Ha.Indragiri hilir merupakan kabupaten yng memiliki wilayah terluas di Provinsi Riau dengan luas wilayah sekitar 1.379.837 Ha atau sekitar 15,48% dari luas wilayah Provinsi Riau.

Di wilayah daratan Provinsi Riau terdapat 15 sungai yang dianggap penting 4 sungai yang penting untuk prasarsana terkait dengan antara 6 meter hingga 12 meter, yaitu:

Sungai Siak (300 Km) dengan keam 8 - 12 m,

Sungai Rokan (400 Km) dengan kedalaman 6 - 8 m,

Sungai Kampar (400 Km) dengan kedalaman lebih kurang 6 m

dan Sungai Indragiri (500 Km) dengan kedalaman 6 - 8 m. Sungai-sungai ini membelah dari bukit tinggi Bukit Barisan dan bermuara ke Selat Malaka dan Laut Cina.

Provinsi Riau merupakan wilayah yang beriklim tropis dengan suhu udara maksimum antara 35,10C dan suhu minimum antara 21,80C. Wilayah Provinsi Riau tergolong dalam kelompoktidak mudah terbakardengan Indeks potensi membara api hanya 0 - 330 (rendah - tinggi). Oleh karena itu, wilayah provinsi Riau pada setiap triwulan selalu ditemukan banyak titik api yang terjadi pada saat bencana terjadi di seluruh wilayah Provinsi Riau. Sementara itu, intensitas Hujan Curah 1700 mm - 4000 mm / Tahun.

C.SEJARAH TERBENTUKNYA PROVINSI RIAU

Secara etimologi, kata Riau berasal dari bahasa Portugis, “Rio”, yang artinya sungai. Riau dirujuk hanya ke wilayah yang dipertuan muda (Raja Bawahan Johor) di Pulau Penyengat. Wilayah tersebut kemudian menjadi wilayah Residentie Riouw pemerintahan Hindia-Belanda yang berkedudukan di Tanjung Pinang dan Riouw oleh masyarakat lokal dieja menjadi Riau.

Riau merupakan penggabungan dari kerajaan Melayu yang pernah berjaya di wilayah ini, yaitu Kerajaan Indragiri (1658-1838), Kerajaan Siak Sri Indrapura (1723-1858), Kerajaan Pelalawan (1530-1879), Kerajaan Riau-Lingga (1824-1913) dan beberapa kerajaan kecil lainnya, seperti Tambusai, Rantau Binuang Sakti, Rambah, Kampar dan Kandis.

Pembangunan Provinsi Riau telah disusun melalui Undang-undang darurat No. 19 tahun 1957 yang kemudian disahkan sebagai Undang-undang No.61 tahun 1958.Provinsi Riau dibangun cukup lama dengan usaha yang keras dalam kurun waktu 6 tahun 17 November 1952 s / d 5 Maret 1958).

Melalui keputusan Presiden RI pada tanggal 27 Februari tahun 1958 No.258 / M / 1958, Mr.SM Amin ditugaskan sebagai Gubernur KDH Provinsi Riau pertama kali pada 5 Maret 1958 di Tanjung Pinang oleh Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Sekjen Mr. Sumarman. Lalu / pada Keputusan Menteri Dalam Negeri No. Desember / I / 44-25 pada tanggal 20 Januari 1959, Pekanbaru menjadi ibukota Provinsi Riau menggatikan Tanjung Pinang.


D.DEMOGRAFI

         


 Jumlah penduduk provinsi Riau berdasarkan data badan statistik  tahun 2022, sebanyak 6.493.603 jiwa.Kabupaten atau Kota yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah kota pekan baru dengan jumlah penduduk 994. jiwa. Sedangkan Kabupaten atau Kota dengan jumlah penduduk paling sedikit adalah kabupaten kepulauan meranti yakni sebesar 210.407 jiwa.


E.AGAMA DAN SUKU BANGSA


Berdasarkan agama yang dianut, mayoritas penduduk di provinsi riau memeluk Agama yaitu Islam yaitu sebesar 5.312.814 jiwa (87,47%), Kristen 562.907 Jiwa (9,27%), Budha 132.593 Jiwa (2.18%), Katolik 61.391 Jiwa (1.01%), Kong Hu Cu 2.130 Jiwa (0.04%), Hindu 757 Jiwa (0.01%), dan Kepercayaan Lainnya 1.508 (0.02%).

Penduduk provinsi Riau terdiri dari bermacam-macam suku bangsa. Mereka terdiri dari Jawa (25,05%), Minangkabau (11,26%), Batak (7,31%), Banjar (3,78%), Tionghoa (3,72%), dan Bugis (2,27%). Suku Melayu merupakan masyarakat terbesar dengan komposisi 37,74% dari seluruh penduduk Riau. Mereka umumnya berasal dari daerah pesisir di Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Kepulauan Meranti, hingga ke Pelalawan, Siak, Inderagiri Hulu dan Inderagiri Hilir. Namun begitu, ada juga masyarakat asli bersuku rumpun Minangkabau terutama yang berasal dari daerah Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi, dan sebagian Inderagiri Hulu. Juga masyarakat Mandailing di Rokan Hulu, yang lebih mengaku sebagai Melayu daripada sebagai Minangkabau ataupun Batak. 


F.EKONOMI

Pertumbuhan dan Struktur Ekonomi Menurut Lapangan Usaha Perekonomian Riau yang diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada tahun 2012 mencapai Rp.123.371,15 milyar Ekonomi Riau dengan migas tahun 2012, mengalami pertumbuhan sebesar minus (konstraksi) 0,26 persen dibanding triwulan sebelumnya (q-to-q). Kontraksi terjadi di lima sektor lapangan usaha. Laju pertumbuhan ekonomi tertinggi pada sektor Bangunan sebesar 2,99 persen. Sementara sektor Pertambangan dan Penggalian mengalami kontraksi tertinggi sebesar 0,89 persen. Kedua sektor tersebut masing-masing memberikan sumber pertumbuhan sekitar 0,18 persen dan -0,40 persen.



G.PEMERINTAHAN

Secara administrasi Provinsi Riau terdiri dari 10 Kabupaten dan 2 Kota, yang didalamnya terdiri dari 166 Kecamatan, dan 1.847 Kelurahan / Desa.

Sejak berdirinya Provinsi Riau pada tahun 1958, provinsi ini telah dipimpin oleh tiga belas orang gubernur dan tujuh orang pejabat atau pelaksana tugas gubernur. Gubernur Riau adalah Syamsuar, yang dilantik pada 20 Februari 2019 oleh Presiden Joko Widodo setelah memenangkan pemilihan gubernur tahun 2018



H.PARIWISATA

Provinsi Riau memiliki beberapa daya tarik wisata di antaranya yaitu

Candi Muara Takus

Candi Muara Takus merupakan satu-satunya candi peninggalan umat Budha di Riau yang berada di Desa Muara Takus Kecamatan Koto Kampar XIII, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. 

  •  Air terjun Lubuk 


Air terjun Lubuk ini berada di desa Lubuk Bigau, Kecamatan Kamparkiri Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau

Istana Siak Sri Indrapura


Bangunan yang mengadopsi gaya arsitektur Eropa, Arab dan Melayu ini dibangun pada tahun 1889 oleh Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin. Di sana Kamu bisa melihat beberapa koleksi kerajaan patung perunggu Ratu Wilhelmina dari Belanda dan patung Sultan Syarif Hasyim I yang terbuat dari batu pualam berhiaskan berlian


I.KEBUDAYAAN  


Budaya Riau memiliki ciri khas sebagai kebudayaan Melayu. Adat dan kebudayaan melayu yang mengatur tingkah laku dan kegiatan masyarakat yang bertempat tinggal di daerah ini.Kebudayaan ini juga dipengaruhi oleh budaya-budaya umat islam.Kepulauan Riau juga merupakan sebuah provinsi yang sejak lama telah menunjukan perkembangannya. Kebudayaan di provinsi ini mempunyai beraneka macam jenis suku di dalamnya.Diantaranya yaitu suku Melayu dan etnis Tionghoa, Jawa, Bali, Bugis, dan Batak. Fungsi kebudayaan pada umumnya yaitu untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia.


J.TOKOH TERKENAL

Datuk panglima khatib ulama, pejuang kemerdekaan dari Kampar,Riau

Datuk Tabano, pejuang kemerdekaan dari Kampar, Riau

Datuk seribu Garang, pejuang kemerdekaan dari Kampar, Riau

Datuk Haji Ahmad Seka, pejuang kemerdekaan dari Kampung Godang, Kampar, Riau

Tengku Sulung, pejuang kemerdekaan dari Indragiri Hilir (kelahiran kepulauan riau)

Tini Hadad, ketua dewan pembina YLKI, ketua BPKN


K.PERGURUAN TINGGI DAN PENDIDIKAN



Universitas Riau

Universitas Islam Riau

Universitas Muhammadiyah Riau

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Universitas Lancang Kuning

Universitas Abdurrab

Universitas Pasir Pengaraian

Universitas Islam Indragiri

Universitas Islam Kuantan Singingi

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tuanku Tambusai

Politeknik Negeri Bengkalis

Politeknik Kampar

Politeknik Caltex Riau

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tafaqquh Fiddin Dumai

Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Lancang Kuning Dumai

STMIK AMIK & STT Dumai

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ar-Ridho Bagan Siapi-Api, Rokan Hilir


Categories:

Leave a Reply